INDONESIAKININEWS.COM - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan disebut menolak ide perpanjangan masa jabatan gubernur sebagai salah satu opsi ...
INDONESIAKININEWS.COM - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan disebut menolak ide perpanjangan masa jabatan gubernur sebagai salah satu opsi politik setelah masa jabatannya berakhir pada Oktober 2022.
"Masa jabatan Anies akan selesai di 2022 dan tidak akan memperpanjang jabatannya apabila tidak melalui mekanisme Pilkada. Jadi Anies akan maju apabila ada Pilkada, tapi kalau tidak ada Pilkada maka dia tetap akan berhenti," ujar loyalis Anies, Gheiz Chalifah, Minggu (27/2/2022).
Karena itu, di sisa masa jabatannya, Anies saat ini masih fokus merampungkan program-program kerjanya di Jakarta. Dia mengatakan, Anies akan ikut kontestasi politik di Pilkada DKI bila kesempatan memungkinkan untuk itu.
"Setelah 2022 kita akan melihat ke depan seperti apa. Kalau ada kesempatan dia akan ikut serta, tapi kalau tidak ada maka kembali menjadi orang biasa," tuturnya.
Terkait kemesraan Anies dengan sejumlah partai politik (Parpol) sehingga memunculkan spekulasi dukungan Parpol untuk manuver politik Anies, Gheis mengatakan kedekatan itu sudah terjalin lama. Terutama pada momen Pilkada DKI digelar tahun 2017. Saat itu, Anies diusung sejumlah Parpol untuk berkontestasi melawan incumbent Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (BTP) alias Ahok.
"Tapi apakah (nanti) akan memilih Anies sebagai calon, kita juga belum tahu. Karena mereka tetap akan punya kriteria-kriteria sendiri, apakah mereka memilih Pak Anies atau tidak," ujarnya.
Terkait kedekatan Anies dengan Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil yang kian menunjukan kemesraan beberapa waktu belakangan ini, ia mengatakan hal merupakan hal yang biasa. Anies juga akrab dengan dengan beberapa pejabat publik lainnya seperti Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo dan Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat.
"Pak Anies tidak hanya dengan Ridwan Kamil sebelumnya ada kedekatan dengan Ganjar juga dengan Gubernur NTT dalam rangka kerjasama. Jadi bukan sesuatu hal yang baru, kita melihatnya sebagai sesuatu yang baru karena mendekati Pilpres tetapi sebelum itu momen-momen yang biasa terjadi," ujar dia.
s; akurat.co