INDONESIAKININEWS.COM - CEO Cyber Indonesia, Muannas Alaidid, mengomentari pernyataan Fadli Zon yang menilai bahwa di Indonesia sesungguhny...
INDONESIAKININEWS.COM - CEO Cyber Indonesia, Muannas Alaidid, mengomentari pernyataan Fadli Zon yang menilai bahwa di Indonesia sesungguhnya tidak ada teroris.
Muannas Alaidid menyoroti pernyataan Fadli Zon yang menyebutkan bahwa teroris ataupun terorisme hanya dibuat-buat demi kepentingan tertentu.
Mendengar pernyataan Fadli Zon, Muannas Alaidid nampak tak setuju dan meminta agar sang anggota DPR tak menggadaikan kemanusiaan hanya demi dapil dan agar mendapatkan dukungan kelompok tertentu.
"Jangan demi dapil dan upaya mendapatkan dukungan politik dr kelompok tertentu anda gadaikan kemanusiaan," ujarnya, dikutip Pikiranrakyat-Depok.com dari cuitan di akun Twitter pribadinya @muannas_alaidid.
Tak hanya itu, ia pun meminta agar politikus Partai Gerindra itu mengingat bahwa ada korban, pelaku, dan sejumlah bukti terorisme yang telah diuji.
"Bahwa ada pelaku, korban tak berdosa serta beragam bukti putusan pengadilan thd mrk atas tuduhan terorisme yg sdh diuji, mmg anda anggap sampah?" tuturnya menambahkan.
Cuitan Muannas Alaidid. Tangkap layar Twitter @muannas_alaidid
Diberitakan sebelumnya, anggota DPR RI, Fadli Zon, sempat membuat heboh dengan usulannya agar Densus 88 dibubarkan.
Usulan ini lantas menuai pro dan kontra lantaran tak sedikit yang tidak setuju dengan usulan dari politikus Partai Gerindra itu.
Sementara itu, Fadli Zon menilai bahwa saat ini di Indonesia sudah tidak ada teror dan perang.
"Makanya tweet itu mulanya dari situ (mengenai Densus), kita harus lihat secara kontekstual suasana zaman, karena war and teror sudah selesai, dan cuma jadi obyek bisnis luar biasa tanpa audit," terang Fadli.
Ia pun menegaskan bahwa tidak ada teroris di Indonesia dan hal tersebut sengaja dibuat-buat atau difabrikasi.
Kalaupun memang ada teror yang terjadi, lanjut Fadli Zon, sudah ada BIN, BNPT, dan Polisi yang bisa menangani.
Menurutnya, tiga lembaga tersebut juga sudah lebih dari cukup untuk menyelesaikan permasalahan tentang teroris atau terorisme tersebut.
Hal itulah yang lantas membuatnya mengusulkan agar Detasemen Khusus atau Densus 88 dibubarkan.***
S:PikiranRakyat