INDONESIAKININEWS.COM - Politisi Partai Ummat, Mustofa Nahrawardaya menanggapi soal isu adanya kelompok terorisme yang menggunakan kotak ak...
INDONESIAKININEWS.COM - Politisi Partai Ummat, Mustofa Nahrawardaya menanggapi soal isu adanya kelompok terorisme yang menggunakan kotak akal untuk mengumpulkan dana.
Mustofa menegaskan, pihaknya akan tempat membantu masjid melalui sumbangan ke kotak amal, walau 4 juta teroris mengaku memakai kotak amal untuk biayai aksi teror mereka.
“Kami tetap akan bantu masjid pakai kotak amal. Walaupun 4 juta teroris ngaku pakai kotak amal untuk teror,” katanya melalui akun Twitter TofaTofa_id pada Kamis, 16 September 2021.
Akhir tahun lalu, Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri menduga ada sekitar 20 ribu lebih kotak amal dari Yayasan Abdurrahman bin Auf (ABA) yang menjadi sumber pendanaan kelompok teroris Jamaah Islamiyah.
Kadiv Humas Polri, Inspektur Jenderal Argo Yuwono menjelaskan bahwa kotak amal itu tersebar di 7 Provinsi di 12 wilayah yang berbeda.
“Untuk Organisasi Teroris khususnya Jamaah Islamiah saat ini mulai berusaha untuk Go Public, karena semakin sulitnya mengumpulkan dana jika hanya lewat Infaq Anggota maupun Ikhtisod,” katanya pada Kamis, 17 Desember 2021.
Argo mengatakan bahwa tak ada ciri-ciri spesifik kotak amal yang mengarah ke organisasi teroris tidak ada.
“Karena bertujuan agar tidak memancing kecurigaan masyarakat dan dapat berbaur,” ungkap Argo.
Namun, ia menjelaskan bahwa kotak amal yang tersebar di wilayah Jakarta, Lampung, Malang, Surabaya, Temanggung, Yogyakarta, dan Semarang biasanya menggunakan rangka alumunium dengan menggunakan kaca untuk melapisinya.
Beda halnya di wilayah Solo, Sumut, Pati, Magetan, dan Ambon yang menggunakan rangka kayu dengan pelapis kotak kaca.
“Penempatan kotak Amal mayoritas di warung warung makan konvensional karena tidak perlu ijin khusus dan hanya meminta ijin dari pemilik warung yang biasanya bekerja di warung tersebut,” ujarnya.
Sebelumnya, kepolisian juga menduga JI menggunakan dana tersebut untuk memberangkatkan para teroris ke Suriah guna mengikuti pelatihan militer dan taktik teror.
Dana tersebut juga diduga digunakan untuk membayar gaji rutin para pimpinan Markaziyah JI serta pembelian persenjataan dan bahan peledak yang akan digunakan untuk amaliah atau jihad.
“Dan penyalahgunaan fungsi dana kotak amal yang kami temukan terletak di minimarket yang ada di beberapa wilayah di Indonesia,” kata Karo Penmas Divisi Humas Polri, Brigjen Awi Setiyanto, di Mabes Polri pada Senin, 30 September 2021.
S:Makassar terkini