INDONESIAKININEWS.COM - Menteri Urusan Islam dan Dakwah Arab Saudi Sheikh Dr Abullatif bin Abdulaziz Al-Sheikh memerintahkan kepada semua pe...
INDONESIAKININEWS.COM - Menteri Urusan Islam dan Dakwah Arab Saudi Sheikh Dr Abullatif bin Abdulaziz Al-Sheikh memerintahkan kepada semua pengurus masjid untuk membatasi penggunaan loudspeaker atau pengeras suara eksternal/luar.
Speaker luar hanya untuk azan dan iqomat (ikamah) saja.
Selain itu, volume tidak boleh melebihi sepertiga dari volume penuh pengeras suara.
Menteri memperingatkan bahwa sanksi akan dijatuhkan terhadap siapa pun yang melanggar surat edaran kementerian yang terbit pada hari Minggu (23/5/2021) itu.
Dikutip dari Saudi Gazette pada Selasa (25/4), perintah itu terbit setelah kementerian memperhatikan bahwa pengeras suara eksternal juga digunakan selama pelaksanaan ibadah salat.
“Ini merugikan pasien, orang tua, dan anak-anak di rumah-rumah di sekitar masjid,” ungkapnya.
Selain itu, suara keras yang bersahut-sahutan dari masjid-masjid menciptakan distorsi yang kemudian membuat bingung para jemaah di masjid-masjid maupun mereka yang beribadah di rumah-rumah.
Pembatasan penggunaan speaker luar ini sesuai syariat.
Yang paling penting adalah sabda Nabi Muhammad SAW bahwa semua jemaah itu sedang beribadah kepada Allah SWT, sehingga mereka tidak boleh saling menyakiti/merugikan atau menyebabkan ketidaknyamanan satu sama lain dengan bacaan keras selama salat.
Ini adalah implementasi dari prinsip Fikih, "Jangan merugikan orang lain dan orang lain juga tidak boleh merugikan Anda."
Ditegaskan, suara imam saat salat hanya perlu didengar oleh semua yang ada di dalam masjid, dan menurut syariat tidak perlu suara imam sampai kedengaran ke rumah-rumah tetangga masjid. Dengan demikian, speaker luar tidak diperlukan.
Selain itu, merupakan penghinaan terhadap Al-Quran ketika dibacakan dengan keras menggunakan pengeras suara eksternal, sementara tidak ada yang mendengarkan dan merenungkan ayat-ayatnya.
Surat edaran ini juga sesuai dengan fatwa almarhum ulama Sheikh Muhammad Bin Saleh Al-Othaimeen bahwa pengeras suara eksternal tidak boleh digunakan kecuali untuk panggilan salat (azan dan iqomat).
Surat edaran tersebut juga berdasarkan fatwa anggota Majelis Ulama Senior dan anggota Panitia Tetap Dr. Saleh Al-Fowzan, dan beberapa ulama lainnya.
Haramain Sharifain mewartakan, pembatasan speaker luar ini tidak berlaku untuk masjid yang jemaahnya meluber hingga luar utamanya saat pelaksanaan salat Jumat.
Juga tidak berlaku untuk dua masjid suci sekaligus masjid terbesar di dunia, Masjidil Haram (Makkah) dan Masjid Nabawi (Madinah).
S: Kumparan