INDONESIAKININEWS.COM - Mantan Politikus Partai Demokrat, Ferdinand Hutahaean kembali mengkritik kinerja Gubernur DKI Jakarta Anies Baswed...
INDONESIAKININEWS.COM - Mantan Politikus Partai Demokrat, Ferdinand Hutahaean kembali mengkritik kinerja Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan yang dinilai tak mampu menanggulangi banjir Jakarta.
Ferdinand Hutahaean bahkan mengunggah ulang video wawancara Mantan Gubernur DKI Jakarta Sutiyoso pada 2019 lalu yang menyebut banjir di era pemerintahan Anies Baswedan adalah banjir paling ekstrim.
Pasalnya, selama masa pemerintahan Sutiyoso, meski masih terjadi banjir, tapi tidak pernah sampai ada mobil yang hanyut karena banjir.
Oleh karena itu, Ferdinand Hutahaean meminta Anies Baswedan untuk segera minta maaf kepada warga yang mengalami kerugian materiel dan imateriel.
"Pak Yos memberikan pukulan telak supaya Anies nggak banyak omong.
Ngaku aja sudah salah, minta maaf ke warga yang mengalami kerugian materiel dan imateriel," kata Ferdinand Hutahaean yang dikutip Pikiranrakyat-Bekasi.com dari cuitan Twitter, Senin, 22 Februari 2021.
Tak hanya itu, Ferdinand Hutahaean juga mengimbau Anies Baswedan untuk meminta saran dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) tentang cara menanggulangi banjir.
"Minta saran yang baik ke @KemenPU untuk tanggulangi banjir ini. Itu lebih baik Nies @aniesbaswedan," ujar Ferdinand Hutahaean.
Pak Yos memberikan pukulan telak supaya Anies ngga banyak omong.
Ngaku aja sudah salah, minta maaf ke warga yang mengalami kerugian materil dan imateril serta minta saran yg baik ke @KemenPU utk tanggulangi banjir ini.
Itu lbh baik Nies @aniesbaswedan
Lebih lanjut, Ferdinand Hutahaean mengatakan, seandainya Anies Baswedan bekerja dengan benar dan banjir masih terjadi, tentu masyarakat akan memaklumi.
"Kalau saja Anies bekerja benar mekakukan penanggulangan banjir setiap tahun, dan banjir masih menerjang, saya pikir warga dan netizen akan memaklumi bahwa pekerjaan belum selesai," kata Ferdinand Hutahaean.
Namun menurutnya, sangat disayangkan karena Anies Baswedan mengklaim sukses tangani banjir, tapi pada kenyataannya tak pernah melakukan langkah-langkah penangggulan banjir.
"Ini malah nggak kerja, tapi klaim sukses atasi banjir, klaim sudah antisipasi, itu yang bikin publik marah," ujar Ferdinand Hutahaean.
Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan bahwa seluruh jajarannya sudah mengantisipasi adanya prediksi cuaca ekstrim yang akan melanda Jakarta sampai 24 Februari 2021 mendatang.
Menurutnya, hal itu dapat terlihat dari kesiagaan dan kecepatan jajarannya ketika terjadi curah hujan tinggi yang melanda Jakarta.
Anies Baswedan juga mengatakan, antisipasi seluruh jajarannya sudah dilakukan dari beberapa hari terakhir, sehingga banjir di sejumlah wilayah Jakarta bisa surut dalam satu hari.
"Alhamdulillah antisipasi itu sudah dilakukan dari kemarin. Atas izin Allah satu hari kering.
Kenapa? Karena jajaran dalam posisi siaga. Jadi status siaganya sudah dari kemarin-kemarin," kata Anies Baswedan di Jalan Kemang Raya, Jakarta Selatan, Minggu, 21 Februari 2021.
Tak hanya itu, Anies Baswedan juga menyebut bahwa pihaknya sudah mencatat kawasan mana saja yang berisiko diterjang banjir.
Sehingga pompa dan pengawasan bisa langsung dikerahkan.
"Sudah dari awal ditentukan RT-RT, RW-RW yang berisiko, sehingga begitu terjadi genangan, maka langsung pompa dikerahkan, tenaga dikerahkan, pengawasan dikerahkan," ujar Anies Baswedan.***
S:PikiranRakyat-Bekasi