INDONESIAKININEWS.COM - Terungkapnya status Anies Baswedan yang positif Covid-19 ke publik menuai pujian dari pengamat politik Rocky Gerung...
INDONESIAKININEWS.COM -
Terungkapnya status Anies Baswedan yang positif Covid-19 ke publik menuai pujian dari pengamat politik Rocky Gerung. Rocky membandingkan dengan Menteri-Menteri Kabinet Presiden Joko Widodo.
Rocky Gerung mengungkapkan hal tersebut dalam laman Youtube miliknya pada Sabtu, 5 Desember 2020.
"Anies mengerti tentang etika penjabat publik, dimana dia berisiko menyebarkan virus melalui kegiatan rapat serta administratif lainnya, bila dia tidak jujur positif covid. Urgensinya ada pada kedaruratan kebijakan publik bila pejabat mengalami covid," ujar Rocky dalam video berjudul "ANIES BASWEDAN LEBIH HEBAT DARI MENTERI JOKOWI!!"
Pada video itu jurnalis Hersubeno Arief lawan bicara Rocky menyatakan salah satu media mengungkap terdapat sembilan menteri yang positif, akan tetapi hanya tiga orang saja yang mengaku.
Yakni, Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi, Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo, Menteri Agama (Menag) Fachrul Razi.
Kasus baru lainnya ketika Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah terkonfirmasi positif Covid-19.
Rocky berkomentar, bahwa pemerintah tidak taat protokol bernegara. Ia pun menyebutkan menteri harusnya contoh perilaku Anies yang terbuka kepada publik.
Jelasnya, Istana akan lumpuh bila betul ada sembilan menteri positif terpapar Covid-19.
Ia juga menyangkutkan kasus ini dengan sikap pemerintah yang mengejar hasil pemeriksaan Habib Rizieq Shihab terkait keramaian di Petamburan, Tanah Abang, Jakarta Pusat.
"Ini menyangkut efektivitas kabinet memproduksi kebijakan publik. Tidak cukup pak Luhut gantikan kesembilan menteri itu saat mereka karantina mandiri, harusnya sudah ada pengumuman yang menggantikan kinerja dari sembilan menteri itu," jelas Rocky.
"Nah, kalau Rizieq itu siapa yang gantiin saat karantina mandiri? Itu yang gantiin Rizieq adalah seluruh rakyat oposisi. Itu kan logikanya. Mungkin karena orang curiga bahwa dia pembawa virus oposisi, jadi yang dikejar itu virus oposisinya bukan covidnya," lanjutnya.
Mereka menyimpulkan ini adalah teror publik yang berpotensi merugikan masyarakat luas. Sudah seharusnya pemerintah lebih konsisten menerapkan protokol kesehatan dan protokol bernegara.
S:pikiranrakyat