INDONESIAKININEWS.COM - Ketua DPRD Kabupaten Paser, Kalimantan Timur, Hendra Wahyudi mendadak jadi perbincangan hangat karena ia disebut ti...
INDONESIAKININEWS.COM - Ketua DPRD Kabupaten Paser, Kalimantan Timur, Hendra Wahyudi mendadak jadi perbincangan hangat karena ia disebut tidak hafal Pancasila.
Diketahui, Hendra memang belum berhasil melafalkan sila-sila yang ada dalam Pancasila dengan lancar ketika di depan para pendemo yang tolak UU Cipta Kerja.
Dalam video yang beredar di media sosial, mulanya terlihat ketua DPRD bersama rekan-rekannya tengah berada di tengah-tengah para demonstran.
Kemudian, ia pun mulai membacakan satu per satu sila Pancasila dengan menggunakan mikrofon.
Para demonstran pun terdengar mengikutinya membaca tapi, pada sila keempat pun terjadi sebuah kesalahan.
Hendra pun terlihat tersenyum malu dan berbisik pada rekan yang berada di sebelahnya.
Kesalahannya saat melafalkan Pancasila langsung membuat para demonstran berteriak heboh menyorariknya.
Kemudian, ada seorang demonstran yang tiba-tiba maju ke depan dan langsung bersujud. Saat berdiri, pun berteriak, “Ya Allah, pemimpin kami tidak hafal Pancasila.”
Berdasarkan informasi yang dihimpun, momen ketua DPRD Kabupaten Paser tidak hafal Pancasila ini terjadi di depan Kantor DPRD Paser.
“Anggota DPRD di challenge membacakan teks Pancasila #SALAH😴
Terkam dalam video anggota dewan tersebut salah menghafalkan teks Pancasila hal ini di lakukan oleh rekan-rekan mahasiswa yang sedang aksi demo tolak uu cipta kerja omnibuslaw tempo hari lalu
Gmn pendapat sobatNET nichh…. Bahhaaaaa🙃🙃??,” tulis akun Twitter @infobalaraja.
https://www.instagram.com/p/CGH3_ZlJXov/
Setelah beredar, video ketua DPRD Paser yang tidak hafal Pancasila ini langsung jadi sorotan dan banyak warganet yang menanggapinya.
fardakhu, “dia gerogi apa emang gatau anjimm 🤣 kaya gini nih jd anggpta depeer hasil orang dalem”
iyah_aku_danu, “@wh_wahidinhalim pak di liat pak, ini wakil rakyat baca teks Pancasila salah nyengir lagiii !”
prasetyasabdaadi, “PANCASILA
1. Ketuhanan yang Maha Esa
2. Kemanusiaan yang Adil dan Beradab
3. Persatuan Indonesia
4. Kerakyatan yang Dipimpin Oleh Hikmat Kebijaksanaan Dalam Permusyawaratan dan Perwakilan
5. Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia”
sc:RancahPost