foto: inilahsultra INDONESIAKININEWS.COM - Meski sempat jadi polemik soal kedatangan 500 TKA asal China, namun akhirnya pemerintah Sula...
foto: inilahsultra |
INDONESIAKININEWS.COM - Meski sempat jadi polemik soal kedatangan 500 TKA asal China, namun akhirnya pemerintah Sulawesi Tenggara mengizinkan ratusan Tenaga Kerja Asing tersebut untuk masuk
Izin itupun sudah diberikan Gubernur Sulawei Tenggara, Ali Mazi sejak beberapa hari lalu
Rencananya 500 TKA itu akan bekerja di Kawasan Industri Morosi, Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara
Namun rupanya satu unsur Forkopimda tetap menolak
Ketua DPRD Sultra Abdurrahman Saleh menilai, untuk mengizinkan para TKA itu bekerja, harusnya tidak sekadar mempertimbangkan aspek kesehatan di tengah wabah virus corona.
Dalam rapat virtual yang dia bagikan di akun Instagramnya, Saleh bahkan sampai memukul meja kerjanya lantaran kesal dengan kebijakan pemerintah yang seolah membiarkan perusahaan tidak patuh
"saya mengatakan in Karena saya sudah dua kali dimana rasa tanggung jawab saya dimana ikhtiar jihad saya untuk rakyat sulawesi tengara saya tidak mau rakyat kita menjadi debu saya tidak mau rakyat kita terpinggirkan hanya karena investasi saya tidak mau ini terjadi lagi di negeri saya. Cukup sudah jangan lagi ada pembiaran saya minta bapak laporkan sama presiden, mereka harus patuh dengan aturan yang ada, Kalau sudah monggo"
Pasalnya, ada dugaan sebagian besar TKA di Morosi menyalahgunakan visa.
“Coba kita jujur bahwa 80 hingga 90 persen TKA yang masuk di Indonesia menggunakan visa kunjungan dan ini sangat merugikan negara. Tidak ada kontrol dari negara karena ada segelintir orang yang menutup-nutupi kejadian ini,” kata Abdurrahman saat dikonfirmasi, Rabu (17/6/2020).
Selain itu, Abdurrahman tidak yakin 500 TKA yang akan datang bekerja di Konawe adalah tenaga ahli.
Dalam postingan di Instagramnya, Saleh menjelaskan jika dirinya bukan menolak TKA
"Akan Tetapi Mereka harus mengikuti peraturan yang berlaku, sehingga Pemerintah juga memiliki wibawa .. dan kedaulatan negara ini juga bisa terjaga... kita tidak anti TKA selama mereka patuh dan taat atas aturan yang ada. Namun Kami sebagai Wakil Rakyat menyampaikan tambahan gagasan Ini sebagaimana isi Surat Ke DPRD Sultra Ke Presiden RI sebelumnya. Pada Akhirnya bisa menjadi jadi alasan rasional dan komprehensif ketika Pemerintah menjelaskan kepada masyarakat, sekaligus mengantisipasi Elemen Masyarakat menyalahkan Pemerintah," tulis Kader PAN itu
Sebelumnya dalam rapat yang dihadiri Forum pimpinan daerah (Forkopimda) dan unsur tokoh masyarakat serta tokoh agama, Pemerintah Provinsi Sultra menyetujui rencana kedatangan 500 TKA di Kawasan Industri Morosi, Kabupaten Konawe.
Ratusan TKA ini merupakan tenaga ahli yang akan bekerja di PT Virtue Dragon Nikel Industri (VDNI) dan PT Obsidian Stainless Steel (OSS).
Gubernur Sultra Ali Mazi menjelaskan, 500 TKA yang akan didatangkan dua perusahaan raksasa yang bergerak di bidang pertambangan ini telah sesuai prosedur, mulai dari administrasi perizinan hingga protokol penanggulangan wabah virus corona.
Kedatangan 500 TKA ini akan dinilai berdampak positif bagi kemajuan pembangunan di Sultra.
Dampak yang paling cepat dirasakan adalah banyaknya tenaga kerja yang akan direkrut oleh kedua perusahaan tersebut.
Sumber: tribunnews