foto: istimewa INDONESIAKININEWS.COM - Mabuk dan membuat keributan, Wenry akhirnya mendapat 'perlakuan khusus' dari Polsek A...
![]() |
foto: istimewa |
INDONESIAKININEWS.COM - Mabuk dan membuat keributan, Wenry akhirnya mendapat 'perlakuan khusus' dari Polsek Amurang.
Wenry adalah warga Kelurahan Buyungon, Kecamatan Amurang, Minahasa Selatan, Sulawesi Utara.
Lelaki 45 tahun ini dibawa beberapa personel Polsek Amurang ke GMIM Tesalonikan Buyungon untuk didoakan seorang pendeta.
Tujuannya agar Wenry bisa bertobat sehingga tak mengulangi perbuatannya lagi.
Kapolsek Amurang AKP Edi Suryanto, Rabu (21/08/2019) mengatakan ini adalah kegiatan ‘problem solving’ melalui pendekatan religi terhadap masyarakat yang melakukan tindak pidana ringan misalnya mabuk dan melakukan keributan.
"Kejadiannya Selasa (20/08/2019) kemarin.
"Jadi usai menandatangani surat pernyataan tidak akan mengulangi perbuatannya di Polsek Amurang, saya mengantar langsung pelaku keributan bersama sejumlah anggota piket ke Gereja GMIM Tesalonika Buyungon," ujar dia.
Wenry kemudian didoakan oleh pendeta di jemaat itu melalui kegiatan ibadah dalam rangka pengakuan serta ungkapan pertobatannya kepada Tuhan.
Problem solving melalui pendekatan religi ini merupakan salah satu terobosan kreatif Polres Minsel dengan nama Prima Minstra, yang bertujuan untuk menimbulkan efek jera bagi para pelaku tindak pidana ringan.
“Semoga pelaku jera serta menciptakan kesadaran moral.
"Saya berharap pelaku tidak mengulangi perbuatannya lagi dan bertobat kepada Tuhan, sesuai dengan ajaran agama dan kepercayaannya," pungkas Kapolsek.
sumber: manado.tribunnews.com