IndonesiaKiniNews.com - Sebuah video mendadak ramai diperbincangkan di linimasa facebook, video tersebut perlihatkan sekelompok manusia tan...
IndonesiaKiniNews.com - Sebuah video mendadak ramai diperbincangkan di linimasa facebook, video tersebut perlihatkan sekelompok manusia tanpa pakaian dan berambut gondrong mendekat ke permukiman warga.
Mereka berdiri di bukit yang rindang sembari berteriak dengan suara keras, namun bahasanya tak dimengerti.
"Masih ada ternyata orang yang tinggal di hutan dan bahasanya mirip tarzan," tulis akun Kamaruddin Hidayat.
Suara mereka terus bergema seakan meminta pertolongan kepada warga.
Warga yang melihat aksi tersebut berinisiatif memberikan sebagian bahan pangan. Termasuk peralatan untuk memasak dan pakaian.
Menjinjing karung berisi bahan pangan, warga yang keseluruhan pria perlahan menaiki bukit.
Satu per satu bahan pangan diberikan, para warga juga menyalami mereka.
Interaksi tak berlangsung lama, setelah mendapat bahan pangan kelompok manusia tak berpakaian tersebut langsung kembali ke dalam hutan.
Pantauan www.tribun-medan.com pada Sabtu (2/6/2018) sekitar pukul 11.30 WIB, video ini sudah disaksikan lebih dari 2,6 juta kali, bahkan sudah dibagikan 23.350 kali.
Tidak ada keterangan resmi dari mana asal kelompok manusia tersebut. Dari ribuan komentar dari warga internet, beberapa menyebut mereka adalah Suku Togutil dari Halmahera, Maluku Utara.
tonton videonya :
Dilansir dari Wikipedia, Suku Togutil (atau dikenal juga sebagai Suku Tobelo Dalam) adalah kelompok/ komunitas etnis yang hidup di hutan-hutan secara nomaden di sekitar hutan Totodoku, Tukur-Tukur, Lolobata, Kobekulo dan Buli yang termasuk dalam Taman Nasional Aketajawe-Lolobata, Kabupaten Halmahera Utara, Maluku Utara.
Yang perlu diingat, Orang Togutil sendiri tak ingin disebut "Togutil" karena Togutil bermakna konotatif yang artinya "terbelakang".
Kehidupan mereka masih sangat tergantung pada keberadaan hutan-hutan asli. Mereka bermukim secara berkelompok di sekitar sungai. Komunitas Togutil yang bermukim di sekitar Sungai Dodaga sekitar 42 rumah tangga.
Rumah-rumah mereka terbuat dari kayu, bambu dan beratap daun palem sejenis Livistonia sp. Umumnya rumah mereka tidak berdinding dan berlantai papan panggung.
Suku Togutil menggunakan bahasa Tobelo sama dengan bahasa yang dipergunakan penduduk pesisir, orang Tobelo.
Ada cerita, orang Togutil itu sebenarnya penduduk pesisir yang lari ke hutan karena menghindari pajak.
Pada 1915 Pemerintah Belanda memang pernah mengupayakan untuk memukimkan mereka di Desa Kusuri dan Tobelamo.
Karena tidak mau membayar pajak, mereka kembali masuk hutan dan upaya itu mengalami kegagalan.
Dari sini lah rupanya beredar cerita semacam itu. Namun cerita ini rupanya tidak benar.
sumber: tribunnews.com